IMG-LOGO
Polinema

Tim PKM Polinema Kembangkan Website Bilingual, Ingin Bawa Desa Wisata Tulusbesar Mendunia

Mohamad Nur Khotib - December 12, 2025
IMG Tampilan website bilingual Desa Wisata Tulusbesar buatan tim PKM Polinema.

Para dosen Politeknik Negeri Malang (Polinema) jurusan administrasi niaga berhasil menciptakan inovasi digital berupa website bilingual untuk Desa Wisata Tulusbesar, Tumpang, Kabupaten Malang.

Melalui proyek yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM ini, mereka punya misi menampilkan budaya lokal ke panggung internasional. Terutama meliputi tarian tradisional hingga ritual khas desa. 

Dengan fitur pemesanan online dan promosi global, website ini dirancang agar mudah diakses oleh wisatawan domestik dan mancanegara.

Selain itu, juga untuk meningkatkan daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Proyek tersebut dikerjakan oleh tim yang diketuai Siti Rohani tidak sendiri. Didukung para anggota lainnya yakni Achmad Suyono, Dimas Wahyu Wibowo, Novitasari, Candrika Citra Sari, dan Nugrahaningtyas Fatma A.

Mereka ingin meningkatkan daya tarik wisata Desa Tulusbesar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Maka, website itu dibuat untuk mengemas potensi budaya lokal dalam bentuk media digital. Supaya dapat diakses dengan mudah oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Pertama, kami melihat potensi dari Desa Tulusbesar ini cukup besar sebagai destinasi desa wisata budaya,” jelas Siti Rohani dikutip Rabu, 30 Oktober 2024.

Sebab, lanjutnya, desa wisata budaya sebenarnya tidak banyak. Apalagi, di sekitar Kecamatan Tumpang, merupakan jalur menuju wisata Gunung Bromo.

“Hal itu menurut kami adalah kesempatan yang lumayan besar sebagai tempat wisata.” jelasnya.

Desa Tulusbesar memiliki kekayaan budaya yang khas dan unik. Meliputi seni tradisional, kerajinan tangan, dan ritual lokal yang mencerminkan kearifan budaya. 

Beberapa atraksi budaya, seperti tarian Topeng Malangan, Tari Beskalan, hingga kreasi jaran kepang dari bambu, memiliki nilai edukatif dan daya tarik tinggi bagi wisatawan. 

Selain itu, pengunjung dapat terlibat dalam kegiatan tandur pari (menanam padi) dan berbagai ritual yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat. 

Namun, potensi ini belum sepenuhnya terekspos karena kurangnya akses informasi yang memadai.

Desa Tulusbesar belum memiliki media promosi yang memadai untuk menjangkau pasar wisata yang lebih luas. 

“Nah, website bilingual ini dirancang untuk menjadi wadah virtual bagi semua aktivitas budaya dan wisata, dilengkapi dengan materi promosi visual seperti foto dan video, serta dioptimalkan untuk audiens internasional dengan dukungan dua bahasa,” ujar Siti Rohani.

Website Desa Wisata Tulusbesar juga dirancang dengan struktur intuitif untuk memberikan pengalaman eksplorasi yang mudah bagi pengunjung. 

Pada halaman beranda, terdapat gambaran umum desa serta layanan pemesanan yang dilengkapi dengan kalender acara, formulir pemesanan, dan opsi pembayaran online, guna memudahkan perencanaan wisata. 

Halaman Profil Desa menyajikan deskripsi lengkap mengenai keindahan alam dan kekayaan budaya Tulusbesar, yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan. 

Selanjutnya, bagian Seni dan Budaya menampilkan aktivitas budaya dan produk UMKM khas desa, seperti kerajinan topeng, nata de coco, dan madu.

Bahkan, menyediakan panduan interaksi budaya, profil seniman, dan informasi terkait Sanggar Tari Srikandi dengan berbagai tarian tradisional. 

Selain itu, halaman Pengalaman Wisata menawarkan aktivitas unik seperti tur edukatif dan arung jeram, yang dirancang untuk memberikan wawasan mendalam bagi wisatawan tentang budaya setempat. 

Informasi acara musiman juga disediakan melalui halaman Kalender Acara dalam dua bahasa, untuk membantu wisatawan mengatur jadwal kunjungan dengan mudah.

Proyek PKM ini dirancang dan dilaksanakan dari Maret hingga Oktober 2024 dengan proses yang komprehensif, mulai dari survei lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, hingga pembuatan konten digital. 

Website dibangun menggunakan metode penerjemahan Newmark untuk memastikan akurasi dan kemudahan pemahaman dalam versi bahasa Inggris, sehingga informasi mudah diakses wisatawan asing.

Selain itu, tim juga meluncurkan Kampanye Promosi Bilingual di berbagai media sosial, dan memanfaatkan Google Maps untuk mendukung strategi promosi wisata Desa Tulusbesar. 

"Kampanye promosi ini akan memperluas jangkauan desa ke level global, mengundang wisatawan melalui pendekatan teknologi yang sesuai dengan perkembangan zaman," ujar Siti Rohani,

Hasil evaluasi pengguna menunjukkan respons positif terhadap kemudahan akses dan fitur website ini.

Dalam skala 5, situs web mendapatkan nilai rerata di atas 4 untuk aspek seperti aksesibilitas, kelengkapan informasi, dan fungsi pengalih bahasa. 

Mayoritas pengguna menilai bahwa elemen desain website, seperti warna dan tata letak, meningkatkan pengalaman interaksi, serta mendorong minat untuk menjelajah lebih dalam tentang wisata dan budaya Tulusbesar.

Untuk keberlanjutan, website ini akan dikembangkan lebih lanjut oleh tim PKM Polinema di tahun-tahun mendatang.

Tentu, dengan penambahan konten interaktif serta pengembangan aplikasi pendukung yang dapat diakses di perangkat seluler. Serta mengajak langsung warga setempat Desa Tulusbesar untuk mengelola Website dan Kampanye Promosi di berbagai media sosial.

“Kami berencana untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat desa tulusbesar untuk mengelola website dan juga kampanye promosinya,” terangnya.

Mereka juga memberikan pelatihan seperti bagaimana mengambil foto dan video yang bagus, menulis caption yang menarik, dan sebagainya. 

“Agar wisatawan lokal dan mancanegara dapat tertarik untuk datang ke Desa Wisata dan Budaya Tulubesar ini.” ujarnya

Melalui program pengabdian masyarakat ini, tim Polinema berharap Desa Wisata Tulusbesar dapat bersaing dengan destinasi lain di Jawa Timur, yang kini memiliki lebih dari 573 desa wisata. 

Dengan potensi budaya yang otentik dan inovasi digital yang diterapkan, Desa Tulusbesar berpeluang menjadi destinasi wisata budaya unggulan yang mengedepankan kearifan lokal.

Dengan dukungan teknologi dalam pengembangan website bilingual diharapkan tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Tulusbesar kepada dunia. Tetapi juga memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.(*)